You are currently viewing Lebih dari Sebulan, Alarm Tak Dikenal Teror Warga Tiong Bahru

Lebih dari Sebulan, Alarm Tak Dikenal Teror Warga Tiong Bahru

Warga di kawasan Tiong Bahru dibuat resah oleh suara alarm yang terus berbunyi berulang kali setiap hari sejak awal Desember. Bunyi tersebut muncul secara acak, bisa terdengar hingga delapan kali dalam sehari, dan setiap kali berlangsung sekitar satu jam.

Warga Tiong Bahru Keluhkan Suara Alarm

Keluhan datang dari penghuni Blok 55 Jalan Tiong Bahru dan Blok 56 Jalan Eng Hoon. Mereka menyebut suara tersebut mengganggu konsentrasi kerja, waktu istirahat, bahkan membangunkan warga di tengah malam. Situasi ini memaksa beberapa orang menyesuaikan kebiasaan sehari-hari demi menghindari kebisingan.

Menurut penuturan warga, alarm diduga berasal dari sebuah unit kosong di Blok 55 yang tidak berpenghuni sejak awal Desember. Bunyi terakhir tercatat terdengar pada 12 Januari. Sejumlah warga telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan menyampaikan pengaduan resmi kepada Dewan Kota Tanjong Pagar.

Seorang penyewa kamar di Blok 55, Sara K., mengatakan alarm tersebut kerap membangunkannya sekitar pukul 6 pagi. Ia menggambarkan suara itu sangat keras dan berulang, hingga memaksanya menggunakan headphone peredam bising agar bisa tetap bekerja dari rumah.

Sara yang sempat meninggalkan Singapura selama beberapa minggu pada Desember mengaku terkejut karena suara tersebut masih berlanjut ketika ia kembali. Ia mempertanyakan bagaimana alarm itu dapat terus berbunyi tanpa henti selama lebih dari sebulan.

Korban Alarm Misterius Selain Kawasan Warga Tiong Bahru

Gangguan serupa dialami Tamzin Adriaanse, warga asal Afrika Selatan yang menempati unit hunian bersama di blok yang sama. Ia mengatakan suara alarm terdengar hampir setiap hari, rata-rata sekitar lima kali, dan mengganggu aktivitas kerjanya dari rumah. Kunjungan keluarganya pada Desember lalu pun ikut terdampak oleh kebisingan tersebut.

Dari Blok 56, P.C. Chia menjelaskan bahwa arah suara menghadap langsung ke area belakang dapur unitnya. Ia menyebut alarm terdengar sangat keras pada waktu-waktu tertentu dan muncul dalam rentang sekitar 12 jam. Kekhawatiran terbesar baginya adalah ketidakpastian waktu, karena alarm bisa terdengar siang maupun dini hari. Ia dan pasangannya telah membuat tiga laporan polisi.

Warga lain, Danielle V., menghubungi polisi setelah mendengar alarm sekitar pukul 1 pagi pada 10 Januari. Saat petugas melakukan pemeriksaan dari gang belakang, cahaya senter justru memicu bunyi lain yang menyerupai sirene keras. Ia berharap pihak berwenang segera menemukan solusi karena kebisingan tersebut telah berlangsung terlalu lama.

Dewan Kota Tanjong Pagar menyatakan telah mengetahui masalah ini dan tengah melakukan penyelidikan bersama lembaga terkait. Pihak berwenang disebut sedang berupaya memastikan sumber suara dan menyelesaikan gangguan yang dialami warga.

Sebagai informasi, Blok 55 dan 56 merupakan bangunan hunian lama yang dibangun pada 1967 dan berstatus konservasi sejak 2003. Kawasan Tiong Bahru sendiri belakangan kembali menjadi sorotan setelah dua blok HDB hampir gagal memenuhi ambang batas partisipasi Program Perbaikan Rumah, yang memicu kekecewaan sebagian warga. Tuna55

Leave a Reply