You are currently viewing Kanada Pertimbangkan Pengiriman Pasukan ke Greenland di Tengah Ancaman Tarif dari Trump

Kanada Pertimbangkan Pengiriman Pasukan ke Greenland di Tengah Ancaman Tarif dari Trump

Pemerintah Kanada tengah mempertimbangkan kemungkinan mengirimkan pasukan militernya ke Greenland untuk berpartisipasi dalam latihan militer bersama sekutu NATO. Langkah ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat, menyusul ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney

Perdana Menteri Kanada Mark Carney dilaporkan sedang mengkaji rencana tersebut, yang mencakup pengiriman sejumlah kecil personel Angkatan Bersenjata Kanada untuk bergabung dalam latihan bersama pasukan dari Inggris, Prancis, Denmark, serta beberapa negara sekutu lainnya. Informasi ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui pembahasan internal pemerintah dan mengonfirmasi laporan sebelumnya dari CBC News.

Namun demikian, keputusan akhir belum diambil. Menurut sumber tersebut, Carney masih mempertimbangkan berbagai implikasi diplomatik dan ekonomi dari langkah tersebut. Sumber itu meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas diskusi yang bersifat sensitif dan belum bersifat publik.

Rencana latihan militer di Greenland ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan transatlantik, setelah Presiden Trump mengumumkan tarif sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa. Tarif tersebut direncanakan naik menjadi 25 persen pada Juni mendatang. Trump beralasan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons atas rencana negara-negara tersebut untuk menggelar latihan militer NATO yang ia sebut bersifat simbolis di wilayah Greenland.

Ancaman tarif tersebut memicu reaksi keras di Eropa. Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan puncak darurat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas situasi ini, sekaligus menjajaki opsi pembalasan, termasuk kemungkinan penerapan tarif balasan terhadap Amerika Serikat.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Ikut Bersuara

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer diketahui telah berbicara langsung dengan Trump pada 18 Januari. Dalam percakapan tersebut, Starmer menegaskan bahwa penggunaan tarif sebagai alat tekanan terkait isu keamanan dinilai tidak tepat dan berpotensi memperburuk hubungan antarsekutu.

Pada hari yang sama, Carney menegaskan bahwa masa depan Greenland merupakan hak Denmark dan rakyat Greenland untuk menentukan. Ia menyatakan siap menyampaikan pandangan tersebut secara langsung kepada Trump jika ada kesempatan berbicara.

Ini adalah situasi yang serius, kata Carney dalam konferensi pers di Qatar, tempat ia singgah setelah menyelesaikan kunjungan resminya ke China. Kami sangat prihatin dengan eskalasi yang terjadi, tambahnya.

Dari Qatar, Carney dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos. Trump juga dijadwalkan hadir dalam forum tersebut, meskipun hingga kini belum ada kepastian apakah kedua pemimpin akan mengadakan pertemuan bilateral di sela acara.

Menurut Perdana Menteri Kanada Mark Carney

Menurut Carney, keamanan Greenland merupakan tanggung jawab kolektif NATO. Ia mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Eropa dan mitra aliansi terkait situasi tersebut. Kanada akan selalu mendukung kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara, di mana pun lokasi geografisnya, ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pesan yang akan ia sampaikan kepada Trump terkait isu Greenland, Carney menjawab singkat, Saya akan mengatakan persis seperti yang baru saja saya sampaikan.

Di sisi lain, Kanada berada dalam posisi yang rentan terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat. Sekitar 70 persen ekspor barang Kanada bergantung pada pasar AS, menjadikan ekonomi negara itu sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan dagang Washington.

Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap sejumlah produk Kanada hampir setahun lalu, sebelum menaikkannya menjadi 35 persen pada Agustus. Meski demikian, sebagian besar barang masih dikecualikan dari tarif tambahan apabila memenuhi ketentuan dalam Perjanjian AS–Meksiko–Kanada (USMCA).

Situasi ini menempatkan Ottawa pada posisi sulit, di mana pertimbangan keamanan kolektif NATO harus diimbangi dengan risiko tekanan ekonomi dari mitra dagang terbesarnya. Jika Anda mau, saya bisa menyesuaikan artikel ini menjadi versi lebih singkat, lebih analitis, atau gaya hard news internasional. Tuna55

Leave a Reply