You are currently viewing Benfica vs Real Madrid: Arbeloa Minta Jude Bellingham Kurangi Intensitas Lari, Ada Apa?

Benfica vs Real Madrid: Arbeloa Minta Jude Bellingham Kurangi Intensitas Lari, Ada Apa?

Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, memberikan pujian besar kepada skuadnya jelang laga Liga Champions menghadapi Benfica yang akan digelar Kamis (29/1/2026). Salah satu pemain yang paling mendapat sorotan positif adalah gelandang andalan, Jude Bellingham.

Los Blancos masih memiliki peluang untuk mengamankan tiket ke delapan besar Liga Champions, apa pun hasil pertandingan melawan Benfica. Meski begitu, kelolosan tersebut akan dipastikan sepenuhnya apabila Madrid mampu meraih kemenangan atau setidaknya membawa pulang satu poin.

Sejak mengambil alih tim, Arbeloa disebut membawa perubahan signifikan di ruang ganti. Atmosfer tim menjadi lebih solid, terutama dalam aspek motivasi dan kedisiplinan bertahan—kondisi yang dinilai berbeda dibandingkan periode kepelatihan Xabi Alonso sebelumnya.

Pelatih berusia 43 tahun itu pun tak menutupi rasa terima kasihnya kepada para pemain.

Saya hanya bisa berbicara tentang sekitar 15 hari sejak berada di sini. Sejak hari pertama, saya melihat sekelompok pemain yang sangat berkomitmen, mau mendengarkan, dan bekerja keras. Mereka menjalankan apa yang kami bicarakan, dan itu luar biasa, ujar Arbeloa, dikutip dari Football Espana, Rabu (28/1/2026).

Kami masih punya banyak ruang untuk berkembang. Jika ingin meraih segalanya, kami harus menjadi tim yang lengkap. Itu membutuhkan kerja keras dan latihan. Namun sejauh ini, respons para pemain dengan pelatih baru dalam waktu singkat benar-benar patut diapresiasi, tambahnya.

Álvaro Arbeloa Terpesona oleh Bellingham

Pujian khusus kembali dilontarkan Arbeloa ketika ditanya soal upayanya mengembalikan Bellingham ke performa terbaik. Ia menilai gelandang asal Inggris itu bukan hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga jiwa kepemimpinan yang kuat.

Jude tidak mengejutkan saya, tapi sejak hari pertama saya melihat pemain dengan kualitas luar biasa. Dari dekat, itu bahkan terasa lebih mengingatkan, kata Arbeloa.

Lebih dari sekadar talenta, saya melihat seorang pemimpin. Beberapa hari lalu, sekitar 48 jam setelah pertandingan, saya sempat berkata kepadanya, ‘Saya jarang mengatakan ini, tapi berhentilah berlari.’ Apa yang dia tunjukkan di latihan—komitmen, energi, dan kepemimpinannya—membuat saya sangat bangga, lanjutnya.

Menurut Arbeloa, Bellingham memiliki kemampuan lengkap di lapangan: pergerakan tanpa bola, kecerdasan membaca permainan, hingga kualitas tembakan. Meski masih berusia muda, pengalaman dan kematangannya dinilai jauh di atas rata-rata.

Dia akan menjadi pilar Real Madrid untuk waktu yang sangat lama, tegasnya.

Masa Depan Arda Guler di Lini Tengah

Selain Bellingham, sorotan juga mengarah ke gelandang muda Arda Güler. Muncul pertanyaan apakah pemain asal Turki itu sudah layak menjadi pilihan utama di lini tengah Madrid.

Pada awal musim, Xabi Alonso kerap memberinya kesempatan bermain sejak menit awal. Namun seiring berjalannya waktu, menit bermain Guler berkurang di tengah keraguan soal kemampuannya mengatur tempo permainan.

Saya hanya menilai dari apa yang saya lihat sekarang. Dia punya potensi besar, talenta, visi bermain, serta umpan akhir yang sangat berkualitas, termasuk umpan panjang untuk mengubah arah permainan, ujar Arbeloa.

Ia menambahkan bahwa Guler masih sangat muda dan memiliki ruang perkembangan yang luas. Meski begitu, etos kerjanya patut diacungi jempol.

Dia sering mengakhiri pertandingan dalam kondisi sangat lelah karena kontribusi bertahannya. Itu menunjukkan betapa besar perannya bagi tim, jelasnya.

Arbeloa menegaskan, staf pelatih ingin memaksimalkan bakat Guler, terutama saat bermain lebih ke tengah atau mendekati lini serang.

Dalam pertandingan-pertandingan besar, dia pasti akan membantu kami. Seiring waktu, dia akan menjadi pemain penting, bukan hanya untuk Real Madrid, tapi juga di level dunia, pungkas Arbeloa. Tuna55

Leave a Reply