Manchester United diprediksi akan melakukan sejumlah penyesuaian dalam komposisi skuad. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pembangunan ulang tim yang tengah dijalankan di bawah kendali INEOS.
Wacana perekrutan pemain baru sempat mereda menyusul awal impresif yang ditorehkan Michael Carrick sebagai manajer sementara. Meski demikian, rencana penguatan tim tetap masuk dalam agenda jangka menengah Setan Merah.
Carrick mengambil alih kursi pelatih pada awal bulan ini, menggantikan Ruben Amorim yang gagal membawa stabilitas selama 14 bulan masa kepemimpinannya. Tantangan berat langsung dihadapi Carrick dengan jadwal melawan Manchester City dan Arsenal di dua laga awal. Di luar dugaan, United berhasil memenangkan kedua pertandingan tersebut dan melonjak ke posisi empat besar klasemen liga.
Dalam dua laga krusial itu, United mencetak lima gol dan hanya kebobolan dua kali. Salah satu figur penting di balik kebangkitan tersebut adalah Harry Maguire. Bek tengah asal Inggris itu tampil sejak menit awal di kedua pertandingan dan menunjukkan performa solid di lini pertahanan. Ia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik saat menghadapi Arsenal berkat kontribusinya yang dominan.
Meski kembali menemukan performa terbaiknya, masa depan Maguire di Old Trafford masih diselimuti tanda tanya. Ia akan berusia 33 tahun pada Maret mendatang, sementara kontraknya akan habis di akhir musim ini.
Kiprah Maguire di Old Trafford
Maguire bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2019 dari Leicester City, dengan status bek termahal dunia saat itu. Sejak kedatangannya, performanya kerap memicu pro dan kontra di kalangan pendukung. Di era Ole Gunnar Solskjaer, Maguire menjadi pemain inti dan dipercaya mengenakan ban kapten setelah kepergian Ashley Young.
Namun, situasi berubah drastis di bawah asuhan Erik ten Hag. Rentetan penampilan kurang meyakinkan membuat Maguire dicopot dari jabatan kapten pada musim panas 2023, dengan Bruno Fernandes ditunjuk sebagai kapten baru. Ia sempat dikabarkan hampir hengkang ke West Ham United, namun akhirnya memilih bertahan dan memperjuangkan tempatnya.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Maguire perlahan kembali menjadi bagian penting tim, baik di bawah Ten Hag maupun Amorim. Kini, ia kembali membangun duet solid bersama Lisandro Martinez di jantung pertahanan United era Carrick.
Carrick Enggan Kehilangan Maguire
Meski santer dikaitkan dengan potensi transfer pada bursa musim dingin, laporan terbaru dari The Peoples Person menyebutkan bahwa Carrick tidak berniat melepas Maguire. Pelatih berusia 43 tahun itu menilai pengalaman dan kepemimpinan Maguire masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah performa tim yang mulai menunjukkan tren positif. Tuna55