Pembelian properti menggunakan mata uang kripto semakin populer di kalangan investor kaya. Nikolay Denisenko, mantan Kepala Insinyur di perusahaan fintech Eropa, Revolut, kini memfasilitasi pelanggan khusus aplikasi pembayaran kripto barunya, Brighty, untuk memanfaatkan aset digital mereka dalam pembelian properti. Sejak diluncurkan, layanan ini mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.
Menurut laporan dari Yahoo Finance pada Minggu, 11 Januari 2026, Brighty telah memediasi lebih dari 100 transaksi properti untuk klien-klien kaya dari platform berlisensi Lithuania. Transaksi ini memungkinkan mereka membeli apartemen dan properti residensial lainnya dengan menggunakan kripto.
Denisenko menjelaskan bahwa sebagian besar pembelian properti residensial ini terjadi di Inggris, Prancis, Malta, Siprus, dan Andorra.
Kami memiliki antara 100 dan 150 pelanggan kaya, dan jumlah ini terus bertambah dengan cepat, ujar Denisenko, yang juga menjabat sebagai Co-Founder dan CTO Brighty App.
Ia menambahkan bahwa pengeluaran rata-rata per pelanggan kaya mencapai sekitar USD 50.000 atau setara dengan Rp 840,89 juta per bulan (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.817).
Batas atas dari penggunaan kripto ini adalah untuk membeli apartemen di Eropa. Nilai transaksi bervariasi mulai dari USD 500.000 hingga sekitar USD 2,5 juta, jelasnya.
Tren ini menandakan bahwa kripto semakin menyerupai keuangan tradisional, di mana investor kaya sering kali berupaya mengurangi risiko portofolio mereka dengan menginvestasikan sebagian aset likuid mereka ke aset fisik yang dianggap aman, seperti real estate.
Permintaan untuk layanan ini juga didorong oleh fakta bahwa bank cenderung menghindari transaksi semacam itu. Pada tahun 2025, jumlah jutawan kripto global meningkat sebesar 40% dalam 12 bulan, mencapai 241.700 orang, menurut Laporan Kekayaan Kripto 2025.
Mengatasi Kekhawatiran Terkait Kripto
Salah satu kekhawatiran utama terkait kripto adalah potensi penyalahgunaannya untuk pencucian uang.
Namun, Denisenko menepis keraguan tersebut dan menyatakan bahwa alat analitik blockchain yang canggih dapat digunakan untuk melakukan uji tuntas yang memadai terhadap dana pelanggan. Ia juga mencatat bahwa sebagian besar lembaga keuangan tradisional cenderung khawatir dengan kripto ketika menilai sumber dana yang digunakan untuk membeli properti.
Para investor ini memiliki kripto, dan hal itu bisa menakutkan bank, meskipun kekayaan ini diperoleh secara transparan dari Bitcoin, misalnya, kata Denisenko.
Jika mereka ingin menggunakan uang ini untuk membeli apartemen, kami melakukan uji tuntas yang cermat dan menggunakan alat analisis blockchain seperti Elliptic untuk menilai dompet yang dimaksud.
Pilihan Stablecoin
Setelah tim kepatuhan Brighty merasa puas dengan sumber kripto, dana tersebut diterima, dan pelanggan juga mendapatkan rekening mata uang fiat atas nama mereka.
Kemudian, pembayaran dilakukan. Penjual bisa berupa pengacara atau pemilik apartemen, dan uang yang diterima penjual berasal dari pelanggan, bukan dari Brighty atau bank kami. Uang tersebut tidak bisa langsung berasal dari bursa seperti Binance atau Kraken, jelasnya.
Keuntungan utama menggunakan kripto untuk membeli properti adalah prosesnya lebih cepat dan kurang rumit dibandingkan metode tradisional, seperti SWIFT, jaringan instruksi pembayaran antar bank global yang digunakan oleh lebih dari 11.000 bank.
Jika pembeli mengkonversi stablecoin, seperti USDC, menjadi euro, misalnya, mengganti jalur SWIFT dengan transfer lokal akan lebih efisien, kata Denisenko.
Tim Brighty juga mengamati perubahan menarik dalam preferensi stablecoin yang digunakan untuk transfer besar, yang sebelumnya didominasi oleh USDC milik Circle.
Tren Penggunaan Stablecoin Euro
Brighty mencatat lonjakan ukuran transaksi rata-rata yang didukung euro, meningkat dari 15.785 euro atau USD 18.385 pada kuartal ketiga menjadi 59.894 euro atau USD 69.762 pada kuartal keempat. Hal ini disebabkan oleh individu dengan kekayaan bersih tinggi yang memilih untuk melakukan transaksi besar dalam EURC Circle daripada USDC.
Baru-baru ini, kami melihat pelanggan kami mulai menggunakan stablecoin euro, padahal sebelumnya mereka mungkin menggunakan USDC, kata Denisenko.
Alasannya adalah jika Anda menyetor dalam USDC dan membeli sesuatu di Eropa, Anda akan dikenakan biaya konversi.
Menjelang tahun baru, Denisenko mengungkapkan bahwa perusahaannya aktif berdiskusi dengan agen Tuna55, mengajak mereka untuk menerima konsep pembelian apartemen dengan kepemilikan kripto yang transparan dan diperoleh secara sah.
Pelanggan kaya kami hanya ingin mengurangi risiko aset dalam portofolio mereka dengan menginvestasikan sebagian uang mereka ke properti, pungkasnya.