Greenland, dengan luas wilayah mencapai 2,16 juta kilometer persegi, merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Nama “Greenland” seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Alih-alih hamparan hijau yang luas, sebagian besar bentang alamnya justru didominasi oleh es, salju abadi, dan gletser yang membeku. Lantas, bagaimana asal-usul nama yang terdengar kontradiktif ini?
Jejak Erik The Red dan Masa Lalu Greenland
Menurut Visit Greenland, nama “Greenland” dicetuskan oleh Erik The Red, seorang tokoh eksil dari Islandia yang mencari tempat tinggal baru di pulau tersebut. Dengan harapan dapat menarik lebih banyak pemukim, ia menamainya “Greenland” agar terdengar lebih menarik dan menjanjikan.
Namun, ada perspektif ilmiah yang menarik. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa Greenland dulunya memang benar-benar hijau, jauh sebelum zaman es modern, tepatnya sekitar 2,5 juta tahun lalu. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa tanah purba di bawah lapisan es setebal 3 kilometer telah membeku secara kriogenik selama jutaan tahun.
Fakta-Fakta Unik tentang Greenland
Selain namanya yang unik, Greenland juga menyimpan berbagai fakta menarik lainnya. Sebagai pulau terbesar di dunia, Greenland memiliki total luas 2,16 juta kilometer persegi, termasuk pulau-pulau kecil di sekitarnya. Namun, sekitar 80% daratannya terkubur di bawah lapisan es yang sangat tebal.
Keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri di Greenland. Tidak ada jalan raya atau jalur kereta api yang menghubungkan satu pemukiman dengan pemukiman lainnya. Transportasi antarkota lebih mengandalkan pesawat, perahu, helikopter, mobil salju, atau bahkan kereta luncur yang ditarik anjing.
Greenland juga terkenal dengan fenomena “Midnight Sun,” di mana Matahari tidak pernah terbenam dari tanggal 25 Mei hingga 25 Juli setiap tahunnya. Selama periode ini, Matahari terus bersinar sepanjang hari dan malam, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Tuna55
Meskipun secara geografis lebih dekat ke Amerika Utara, Greenland memiliki ikatan politik dan budaya yang kuat dengan Eropa. Denmark telah menjalin hubungan kolonial sejak tahun 1721, dan pada tahun 1953, Greenland secara resmi menjadi bagian dari wilayah Denmark.